Isnin, 16 Mac 2009

Muhasabah kehidupan harian..


Peringatan bersama......

Seberapa Islami keseharian kita? Artikel ini memberikan hal-hal yang perlu kita renungkan dan kemudian diamalkan dalam keseharian kita.

1.Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)

2.Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)

3.Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an?

4.Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?

5.Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib?

6.Apakah anda hari ini khusyu’ dalam shalat, menghayati apa yang anda baca?

7.Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur?

8.Apakah anda hari ini mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?

9.Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak 3 kali agar dimasukkan ke dalam syurga?

10.Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah sebanyak 3 kali agar diselamatkan dari api neraka? Karena: Barang siapa yang memohon syurga kepada Allah sebanyak 3 kali, Syurga berkata, Wahai Allah! Masukkanlah ia ke dalam syurga, dan barang siapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak 3 kali, Neraka berkata, Wahai Allah! Selamatkan ia dari api neraka. (Shahih Al-Jami’ No. 6151 Jilid 6)

11.Apakah anda hari ini membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?

12.Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?

13.Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?

14.Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?

15.Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?

16.Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah anda perbuat?

17.Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya. (HR. Muslim)

18.Apakah anda telah berdo’a kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda di atas agama-Nya?

19.Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo’a kepada Allah di waktu –waktu yang mustajab?

20.Apakah anda telah membeli buku-buku islam untuk memahami islam? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang diikuti oleh para sahabat Nabi, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar).

21.Apakah anda memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena dengan mendo’akan mereka anda mendapat kebaikan pula. (Shahih Al-Jami’ No. 5902)

22.Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat Islam?

23.Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?

24.Apakah hari ini anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan?

25.Apakah anda dapat menahan amarah yang disebabkan karena urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah semata?

26.Apakah anda telah berusaha untuk selalu menjauhkan diri dari sikap sombong dan membanggakan diri?

27.Apakah anda telah mengunjungi saudara –saudara seiman dan seagama (ikhlas karena Allah semata)?

28.Apakah anda telah berdakwah untuk keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang yang ada hubungannya dengan diri anda?

29.Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?

30.Apakah anda selalu mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun – Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya jika anda mendapat musibah dari Allah? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Hendaklah masing-masing kalian melakukan istirja’ (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun) pada setiap hal meskipun ketika tali sandalnya putus karena hal itu termasuk musibah. (Hadits hasan, lihat Shahih Al-Kalimut Thayyib No. 140)

31.Apakah anda hari ini mengucapkan do’a: Allahumma Innii A’uudzubika an Usyrikabika wa Anaa A’lam wa Astaghfiruka Limaa laa A’lam – Ya allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui dan aku memohon ampunan-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui. (Shahih Al-Jami’ No. 3625). Barang siapa yang mengucapkannya maka Allah akan menjauhkan darinya dari syirik besar dan syirik kecil.

32.Apakah anda selalu berbuat baik kepada tetangga?

33.Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?

34.Apakah anda telah membersihkan lisan anda dari perkataan dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata yang tidak ada manfaatnya?

35.Apakah anda selalu takut kepada Allah dalam hal penghasilan, makanan, minuman dan pakaian?

36.Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan?
Akhi muslim, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan nyata, agar engkau mendapat ridla Allah dan menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan di akherat, Insya Allah.

Sumber:
-Zaadul Muslim Al-Yaumi , Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah.

-Al-Qabru ‘Adzaabuhu wa Na’iimuhu, Syaikh Husain Al-‘Awaisyah

[Kontributor : Abu Abdurrahman Umar Munawwir]

http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=8

Khamis, 12 Mac 2009

Sayangi dan kasihani sahabatmu..


Assalamualaikum..

Bicara saya ringkas cuma..

Kenapa anda memilih untuk berkawan rapat dengan sahabat itu? Selalunya sebab kita senang

dengan dia. Saya cuma mahu mengingatkan diri saya dan kita semua, sebaik mana pun dia

janganlah diambil kesempatan ke atasnya. Tunjukkanlah sayangmu yang sebenar. Dia dan kamu

jua insan biasa. Masing-masing ada keperluan tersendiri. Saya juga berharap janganlah kita jadi

orang yang pentingkan diri-sendiri. Please jangan lakukan begitu terhadap dia. Jangan jerat dia

sehingga menjadikannya serba salah...

Kerna jika sampai suatu saat doa orang yang teraniaya akan dimakbulkan..... Wallahua'lam...

Ahad, 1 Mac 2009

Oh blogku..


Bismillahirrahmanirrahim..

HUhuHu... Syok pulak dok update blog.
Harapanku......... pada blog ini.. Semoga ia menjadi saham untukku di akhirat nanti memandangkan amalan ku masih tak seberapa lagi.

Harapanku ....pada pengunjung-pengunjung sekiranya dapatlah untuk terus mengeratkan ukhwahfillah kita bersama. Marilah kita berkongsi pendapat, idea, dan pengalaman kita untuk Islam...
Harapanku ..... tegurlah jika ada kesalahan kerana daku adalah insan yang tidak sempurna dan memang memerlukan nasihat jua..
Sekian.. =)


.:: Majulah blog untuk Islam::.

Tangisan Nur Malam.............


Bismillahirrahmanirrahim..

"Wahai Tuhan yang membolak balikkan hati-hati, tetapkanlah hati kami di atas agamaMu. Wahai yang memalingkan hati-hati palingknlah hati kami ke arah mentaatiMu.... "

~Aku sedih yang teramatt apabila Nawal memberitahu aku tentang khabar yang semakin heboh ini. Kesahihannya memang tak dapat disangkallah jugak. Boleh dikatakan 90% sahih...

~Kenapa dia jadi begitu.. Dunia ini hanya sementara dan mainan cuma.. Dunia adalah tempat ujian buat kita...

~Dulu dia lebih bagus, kerana dakwahnya memang mendatangkan bekas di hati ini..

~Kita kena tetapkan amalan kita ..kerana hati manusia ini memang mudah membolak-balik..

~Sesungguhnya perjalanan ke syurga itu penuh dengan ujian dan onak duri.. Bukannya mudah untuk kita memasukinya sebelum kita dapat melepasi ujian keimanan itu....

~Ya Allah berikanlah dia hidayah petunjukMu..............................

Jom hayati lirik nih......


Usia Antara Masa
Munsyid : Saujana

Lihat dedaunan kekeringan jua
Gugur dibawa sang bayu
Layu tak berguna
Jiwa manusia di arus usianya
Kesalan tiada makna
Seandai tiba masa

Putaran roda kehidupan penuh warna2 kesamaran
Jika kau ikuti perjalanan takkan sampai tujuan
Sedari masa berpisah berhenti usia kita
Janganlah terlena hingga ke akhirnya

Sujud pada yang Satu..teguh keyakinanmu
Lenturkan ke imanan kasihmu kepadaNya..Tuhan yang satu......


---------END---------------

Rabu, 25 Februari 2009

Jangan LaGhA.....!!


Hari-hari yang penuh dengan l a g h a..
Bismillahirrahmanirrahim..
Pagi itu..aku bangun dengan mendadaknya.. Kepala otak ku terasa begitu berserabut sekali, entah mengapa agaknya.

Wahai Muslimah.. Engkaukah Mujahidah itu? Tidak.. Tidak..pastinya tidak. Aku cukup pasti… Aku terus membuka laptop aku. Ya Allah, gersangnya jiwa aku. Aku mesti mencari sesuatu untuk menyuburkannya kembali. Aku mencari-cari siri ceramah yang sesuai. Kemudian aku menjumpai satu sesi ceramah singkat dalam 15-20 minit oleh AA Gym. Subhanallah, terubat sedikit rasanya jiwaku ini.

Dengan rasa rendah diri dan hinanya, saya ingin memperingati kita bersama hasil daripada muhasabah diri ini.. Mudah-mudahan hambaMu ini kekal di jalan yang benar. Amin Ya Rabbal ‘Alamin…………..



Firman Allah SWT (bermaksud):
[23.1] Sesungguhnya berjayalah orang-orang yang beriman,
[23.2] Iaitu mereka yang khusyuk dalam sembahyangnya;
[23.3] Dan mereka yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia;
[23.4] Dan mereka yang berusaha membersihkan hartanya (dengan menunaikan zakat harta itu);
[23.5] Dan mereka yang menjaga kemaluannya,-
[23.6] Kecuali kepada isterinya atau hamba sahayanya maka sesungguhnya mereka tidak tercela:-
[23.7] Kemudian, sesiapa yang mengingini selain dari yang demikian, maka merekalah orang-orang yang melampaui batas;
[23.8] Dan mereka yang menjaga amanah dan janjinya;
[23.9] Dan mereka yang tetap memelihara sembahyangnya;
[23.10] Mereka itulah orang-orang yang berhak mewarisi (syurga).

(Surah al-Mukminun)

Cuba sahabat-sahabat lihat pada ayat yang saya ihighlightkan. Menjuhi diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia adalah ciri-ciri seorang mukmin yang berjaya. Orang mukmin yang berjaya bukan sahaja tidak melakukan perkara yang sia – sia malahan mereka memastikan diri mereka tidak menghampiri perkara – perkara tersebut.Orang mukmin tidak akan lakukan sesuatu yang sia-sia baik dari segi perbuatan mahupun perkataan kerana perkara-perkara ini akan membuatkan diri seseorang itu lalai dari sentiasa mengingati Allah swt. Namun begitu, pada masa kini terlalu banyak godaan yang berbentuk hiburan buat kita. Hanya benteng iman dan taqwa sahaja yang dapat menangkis segala godaan-godaan itu.

Jadi apakah itu perkara sia – sia? Perkara sia-sia ialah yang tidak mendatangkan sebarang faedah, keuntungan mahupun kebaikan sebagai seorang khalifah dan hamba Allah .Antara contoh-contoh benda-benda yang sia-sia ini adalah seperti membuat benda yang tidak menyumbang apa-apa kepada pembangunan iman seorang individu itu dengan bersembang sia-sia, melihat cerita-cerita drama yang berunsur hiburan semata, mendengar umpatan dan sebagainya.

Orang yang beriman selalunya tidak bercakap sesuatu yang tidak berfaedah. Mereka mesti menjaga setiap tutur kata dan percakapan. Kita mesti mengelakkan daripada berkata sesuatu yang tidak berfaedah atau sia-sia apatah lagi mengumpat keji atau mencaci sesama manusia.
Nyatalah orang yang beriman akan menggunakan lidah dan bercakap hanya untuk perkara-perkara yang berfaedah. Setiap patah yang hendak diucapkan difikir semasak-masaknya supaya setiap patah yang ditutur itu berfaedah dan mendapat pahala.Berdiamlah jika diam itu untuk mengelakkan dari berkata-kata perkara maksiat dan sia-sia atau supaya tidak menyakiti hati orang dan dibuat kerana takutkan Allah.

Sedangkan dengan melakukan perkara-perkara yang menyebabkan iman seseorang meningkat adalah lebih baik daripada menghabiskan waktu dengan perkara lagha. Antaranya ialah dengan memuji Allah swt dengan zikrullah, membaca Al-Quran dengan menambah pengetahuan kita tentang Allah. Rebutlah peluang-peluang keemasan ini di depan matamu. Walaupun di era yang serba canggih ini kita dapati semakin banyak budaya kotor yang menular namun disebaliknya kita boleh menggunakannya untuk kebaikan. Gunakan kemudahan teknologi ini yang memudahkan dan mempercepatkan urusan kita untuk kita melakukan amalan-amalan soleh bukannya menambah saham dosa.

Sesungguhnya setiap saat waktu adalah modal kita untuk berjaya di dunia dan akhirat. Samada kita pandai menggunakannya ataupun membazirkannya. Pandai menjaga waktu merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.

Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi.

Kita amat sedih jika kehilangan duit tetapi tidak menyesali cepatnya waktu itu berlalu. Sesungguhnya nilai waktu itu melebihi dengan nilai emas. Bila waktu telah berakhir tiadalah lagi modal kita untuk melipatgandakan amal agar kita selamat di sana. Ya Allah..kuatkanlah diri ini untuk mengurus waktu yang amat bernilai itu.

Selasa, 24 Februari 2009

Sinopsis Dpli dalam masa 2 bulan..


Assalamualaikum buat sesapa yang membaca, terbaca dan dibacakan blog ni..

Ini adalah luahan rasa pada 8 Februari 2009..

Waktu sekarang menunjukkan pukul 5.43 petang. Saya sedang duduk di depan laptop sambil mencari bahan assignment. Alhamdulillah sekarang saya sedang menjalani kursus yang bakal menggelarkan saya sebagai seorang pendidik.

Entri kali ini akan menyentuh mengenai nikmat Allah dan kasih sayangNya.
Saudara-saudari sekalian, saya ingin mengajak anda menyelami kata-kata saya. Mudah-mudahan ia akan membawa hasil yang positif.

Sejak dua menjak atau tiga menjak ni, saya banyak benar melakukan dosa. Sehinggakan boleh melayakkan saya menjadi ahli neraka secara rasminya. Saya amat takut sekali.. Saya selalu terfikir apakah kaffarah yang bakal ku lalui nanti. Tetiap hari dok pikiaq sebelum dari masuk dpli lagi. Saya membayangkan dosa-dosa saya lalu kadang-kadang saya terfikir bagaimana agaknya cabaran dan ujian dalam dpli nanti a.huhu.

Tapi.. Allah sangat penyayang. Saya tidak merasakan sebarang kesukaran atau kegelisahan yang teramat ketika sedang berkursus dalam dpli ini. Saya begitu malu yang amatt. Memang tidak terhitung nikmat-nikmat Allah kepada saya. Di dpli ini, saya mendapat ramai kawan baru yang baik-baik belaka. Environment kehidupan saya tidaklah menyesakkan dada saya. Saya juga mendapat ilmu yang pelbagai di sini.

Sahabat-sahabat, sesungguhnya Allah teramatlah pengasih kepada hambaNya. Dia telah memberi kebaikan kepada kita melalui perantaraan hamba-hambaNya dan sebagainya. Contohnya seperti saya, pada hari ini, saya tinggal berseorangan dan rasa cam tak berapa nak bersemangat. Lalu Allah telah mengirimkan sahabat-sahabat yang telah menceriakan dan mengembalikan semangat saya ketika waktu makan tengahari. Pada hari ini juga dengan nikmat kasih sayangNya, saya masih mampu untuk membasuh dan meyidai baju walaupun badan saya rasa sakit-sakit sikit sebab main bola tampar, badminton dan berjogging. Huhu.. hati saya juga semakin terubat apabila bertemu dengan orang-orang di sini yang sentiasa murah dengan senyuman walaupun tak kenal pun sapa yang senyum tu. Ahh..terlalu banyak untuk saya khabarkan di sini. Tapi cubalah sahabat-sahabat renungkan kembali nikmat yang sekecil-kecilnya hingga ke sebesar-besarnya yang kita dapat pada hari ini. Itulah tanda kasih sayangNya kepada kita. Dia terlalu sayanggggg kepada kita…. So.. Bersyukurlah.. :) . Selagi ada peluang marilah kita melakukan amal makruf nahi munkar. Moga-moga juga dosa-dosa kita yang lalu akan terhapus.

Saya harap usaha saya yang kecik ni adala manfaatnya. Sekian dulu,..wassalam

Ahad, 28 Disember 2008

Memanfaatkan kelebihan Bulan Muharram..


Oleh : Abu Haaziq Adnan bin Ishak
Sumber: http://ceria.my/proquransunnah

Sungguh pantas masa berlalu. Tanpa disedari bulan Muharram kunjung tiba lagi. Tahun baru 1430 Hijriyah tahun ini mudah diingati kerana ketibaannya hampir serentak dengan tahun baru 2009 Masihi. Tanpa kita sedari juga sebenarnya usia kita semakin bertambah, rezeki kita juga semakin berkurangan, ajal semakin hampir dan kehidupan yang sebenar iaitu kehidupan akhirat juga semakin menghampiri kita.

Kehadiran bulan Muharram tahun ini sebaiknya kita mengambil manfaat sebaik mungkin kerana bulan ini mempunyai banyak kelebihannya. Sebab itu terdapat golongan yang ghairah beramal dalam bulan ini. Namun terdapat beberapa perkara yang perlu diambil perhatian dalam beribadat dalam bulan ini. iaitu ;

1.Melakukan Perubahan ke Arah Kebaikan

Dengan kata lain kita juga hendaklah melakukan hijrah. Hijrah di sini dengan maksud berubah daripada melakukan kejahatan kepada kebaikan, daripada berakhlak buruk kepada berakhlak mulia dan daripada tidak bertakwa kepada bertakwa kepada Allah. Hijrah sebegini akan terus berkekalan sehingga hari kiamat. Sabda Nabi saw : “Orang yang melakukan hijrah yang sebenar ialah yang meninggalkan perkara yang dilarang oleh Allah”. ( Riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim).
Sambutan Ma’al Hijrah yang diadakan dengan penuh semangat dan pelbagai acara akan menjadi sia-sia dan tidak berfaedah sekiranya ia tidak disusuli dengan perubahan sikap dalam diri setiap individu muslim ke arah yang lebih baik.

2. Berpuasa Sunat

Bulan Muharram merupakan salah satu daripada bulan-bulan haram. Berpuasa pada bulan ini pada dasarnya dijanjikan dengan pahala yang besar. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud : “Puasa yang paling utama selepas Ramadan ialah bulan Allah,Muharram dan solat yang paling utama selepas fardu ialah ialah solat malam”.(Riwayat Imam Muslim, Abu Daud, al-Tirmizi, Baihaqi, Ahmad)
Hadis ini dengan jelas menyatakan keutamaan berpuasa pada bulan Muharram berbanding bulan-bulan lain selain Ramadan. Hadis ini juga menjadi hujah bahawa kita digalakkan berpuasa sunatpada bulan Muharram lebih banyak berbanding bulan-bulan lain.

Puasa bulan Muharram lebih lagi digalakkan pada hari ’Asyura iaitu pada 10 Muharram. Puasa ‘Asyura ini pada asalnya adalah wajib. Kemudian menjadi sunat setelah puasa Ramadan difardukan sebagaimana sabda rasulullah saw hadis riwayat Muawiyah ra berkata : aku mendengar Nabi bersabda : Hari ini adalah hari ‘Asyura tidaklah wajib kamu berpuasa tetapi saya berpuasa. Maka sesiapa yang mahu ia boleh berpuasa dan sesiapa yang tidak mahu ia boleh berbuka. ( Imam al-Bukhari dan Muslim).

Galakan berpuasa pada hari ‘Asyura ini berdasarkan hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim bahawa Ibn Abbas berkata : “Aku tidak melihat Rasulullah saw mengutamakan hari puasa yang dilebihkan atas hari lain kecuali hari ini, iaitu hari ‘Asyura dan bulan Ramadan”.

Berpuasa pada hari tersebut juga akan mendapat keampunan dosa setahun yang lalu sebagaimana hadis riwayat Abu Qatadah berkata bahawa Baginda saw ditanya tentang puasa ‘Asyura. Baginda menjawab :”Ia menghapuskan (dosa) setahun yang lepas”.( Riwayat Imam Muslim).

Terdapat sebahagian ulama yang berpendapat puasa pada hari ‘Asyura ini hendaklah dilakukan bersama sehari sebelumnya iaitu dinamakan juga dengan hari Tasu’a (hari kesembilan). Ini berdasarkan hadis hadis Ibn Abbas ra : “Ketika Rasulullah saw berpuasa pada hari ‘Asyura dan menyuruh orang ramai supaya berpuasa, mereka berkata:Wahai Rasulullah saw Sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi. Maka Nabi saw bersabda :”sekiranya aku masih hidup tahun hadapan, tentu aku akan berpuasa pada hari kesembilan”. ( Riwayat Imam Muslim)

Ada sebahagian golongan menyunatkan berpuasa pada hari 9,10,11 Muharram berdasarkan hadis Ibn Abbas : Hendaklah kamu perpuasa pada hari ‘Asyura dan hendaklah kamu menyalahi orang Yahudi padanya, berpuasalah sehari sebelum dan sehari selepasnya.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Bayhaqi. Namun begitu hadis ini tidak boleh dijadikan hujjah untuk mensyariatkan sesuatu amalan kerana hadis itu adalah da’if lagi mungkar seperti yang dikatakan oleh Imam al-syaukaniy dalam Nayl al-Awtar. Al-Albaniy juga menghukum hadis itu da’if.

Oleh itu kita boleh memilih sama ada hendak berpuasa hanya pada hari ‘Asyura atau hendak berpuasa dua hari berturutan iaitu pada hari Tasu’a dan ‘Asyura. Kedua-dua cara ini mempunyai sandaran dalil masing-masing daripada hadis yang sahih. Seseorang itu juga boleh berpuasa pada hari-hari dalam bulan ini tanpa ditetapkan hari tertentu berdasarkan umum hadis keutamaan bulan Muharram berbanding bulan-bulan yang lain.

3. Puasa Khas 1 Muharram dan Sembilan awal Muharram

Walaupun bulan Muharram mempunyai banyak keutamaan, Namun diingatkan bahawa terdapat sangat banyak hadis tentang kelebihan beramal dalam bulam Muharram ini bertaraf palsu dan mungkar yang tidak boleh diamalkan sama sekali kerana sabda Rasulullah saw riwayat Imam al-Bukhari :” Sesiapa yang melakukan sesuatu amalan bukan daripada perintah kami maka amalan itu tertolak
( tidak diterima”).

Selain daripada puasa yang disebutkan di atas tiada lagi puasa khas yang lain seperti puasa khas 1 Muharram atau puasa khas Sembilan hari awal Muharram. Amalan ini berdasarkan hadis palsu iaitu;

1) Nabi bersabda :” Barangsiapa yang berpuasa pada akhir Zulhijjah dan hari pertama Muharram maka tidak telah mengkhatamkan tahun yang lalu dan memulakan tahun baru dengan puasa yang Allah jadikannya penghapus dosa selama lima puluh tahun. Hadis ini dikomentar oleh Ibn al-Jauziy sebagai palsu( al-Maudu’at).
2) Nabi bersabda :”Barangsiapa yang berpuasa sembilan hari dari awal maka Allah membina untuknya sebuah kubah yang luasnya satu batu persegi dan mempunyai empat buah pintu”.
( palsu,lihat al-Maudu’at, al-Fawaid)

Terdapat juga golongan yang menyunatkan amalan-amalan khas pada hari ‘Asyura seperti mandi, bersuci, solat khas malam ‘Asyura, memotong kuku, memakai wangian, memakai celak, menziarahi orang sakit, bersedekah, membuat bubur ‘Asyura dan banyak lagi amalan-amalan lain. Semua amalan tersebut dijanjikan dengan ganjaran-ganjaran yang tidak masuk akal. Amalan-amalan tersebut dihukum oleh ulama muhaqqiq sebagai bid’ah kerana tiada sandaran dalil yang sahih dari Rasulullah saw dan para sahabat ra. Bahkan upacara tersebut mencermin amalan Yahudi, Nasrani dan orang Quraisy zaman jahiliah dan perayaan Syiah Rafidhah sesudah kedatangan Islam. Imam mUslim meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ariy katanya :” Adalah penduduk Khaibar berpuasa pada hari ‘Asyura dan mereka menjadikannya sebagai hari raya serta mereka memakaikan wanita-wanita mereka dengan perhiasan dan pakaian yang cantik-cantik.

Amalan-amalan di atas juga tidak pernah disunatkan oleh mana-mana imam empat mazhab.

4. Memasak Bubur ‘Asyura

Memasak bubur ‘Asyura juga telah sinonim dengan bulan ini. Memasak bubur ini tidak menjadi masalah sekiranya seseorang itu berkeinginan untuk menjamu sanak saudara dan orang ramai. Menjamu makan merupakan amal soleh dan menepati ajaran al-Quran dan sunnah. Ia jadi masalah bila ditetapkan hanya pada bulan Muharram, tidak boleh pada bulan yang lain. Lebih teruk lagi bila amalan ini disandaran kepada Rasulullah saw. Perkara ini merupakan satu pendustaan atas nama Nami Muhammad saw. Ada juga yang menyandarkannya kepada Nabi Nuh as. Semua kisah tersebut adalah cerita dongeng Bani Israil. Demikian ditegaskan oleh Imam Ibn Kathir ra dalam kitabnya Qashas al-Anbiya’.

5. Doa Awal Tahun

Berdoa merupakan satu ibadat dan perintah Allah SWT berdasarkan firman Allah SWT yang bermaksud : Berdoalah kamu kepadaKu, nescaya aku mustajab untuk kamu”.( Surah Ghafir ayat 60)
Begitu juga banyak hadis-hadis yang mendorong kita agar sentiasa berdoa. Sesiapa sahaja boleh berdoa pada awal Muharram dengan doa yang dikehendaki berdasarkan umum ayat al-Quran di atas. Mengadakan majlis khas dengan upacara khas dan dibaca doa khas pada awal tahun dan akhir tahun dengan anggapan akan dihapuskan dosa selama setahun perlukan dalil yang sahih daripada amalan Nabi saw atau para sahabat. Tapi ternyata tiada satu pun hadis Nabi saw atau atsar yang menunjukkan para sahabat mengamalkan doa khas Muharram. Mustahil akan ada hadis Nabi saw dalam perkara ini memandangkan penetapan tahun Hijriyyah ini ditentukan oleh Amir al-Mukminin Sayidina Umar bin al-Khattab ra iaitu setelah lama kewafatan Rasulullah saw.

Konklusinya, kita hendaklah berhati-hati dalam mengamalkan sesuatu amalan agar amalan kita sentiasa menepati sunnah Rasulullah saw. Beramal dengan hadis palsu dan hadis yang tidak sahih mengakibatkan amalan kita tidak diterima oleh Allah SWT. Alangkah beruntungnya seseorang yang kembali ke akhirat dalam keadaan amalannya yang diterima oleh Allah SWT dan alangkah malangnya seseorang yang mengadap Allah SWT, tiba-tiba mendapati amalannya ditolak. Fikir-fikirkanlah….

Rujukan utama : Kesempurnaan Ibadat Puasa ; Drs Abdul Ghani Azmi Hj Idris

Ahad, 21 Disember 2008

Cuti rehat di rumah sudah hampir tamat..


Tup tap tup tap.. hari untuk aku mula menyambung pelajaran sudah semakin hampir.. Sedih.. tapi kena redha lah kan. Takkan boleh buat apa lagi. Mama and Abah good bye.. Lepas ni mesti jarang nak balik ghumah dah. Isk..Isk..

Alhamdulillah, rahmat Allah sentiasa melimpah-ruah terhadap hambaNya. Sungguh bila aku bertafakur tentang sejarah hidup dulu dan yang bakal ku tempuh, ku tahu kasih sayangNya terlalu hebat, Maha Hebat. Ya Allah ampunkanlah diri ini yang tidak sekudus dalam beramal kepadaMu.. Setiap ujian yang menimpa kita semuanya dibebani dengan kemampuan kita. Allah Maha Mengetahui bahawa sesungguhnya kita mampu menghadapi setiap cabaran yang diberi. Segala kesulitan dan kesusahan yang kita hadapi dalam menempuh onak dan cabaran jugak merupakan kasih sayangNya kerana padanya kita diganjarkan pahala, darjat kita juga semakin tinggi. Kesimpulannya baik @ buruk perkara yang ditakdirkan semuanya mengundang kebaikan. Apa yang penting ialah kita perlu redha.

Bercakap semula tentang kesedihan meninggalkan desa tercinta, terselit juga rasa syukur dengan rezqi yang diberi. Insya Allah aku akan menyambung pelajaran dan seterusnya bakal bergelar sebagai seorang pendidik. Ikutkan hati nak sambung master . Tapi ada banyak juga sebab yang membuatkan aku memilih untuk menjadi pendidik dahulu:

1) Malu sebab asyik guna duit mak bapak ja. Biarlah daku bekerja dahulu.

2).Sebenarnya rasa diri ini tak layak langsung pun. Tapi menerimanya bila memikirkan bahawa ini jalan tarbiyyah terbaik yang harus ku tempuh dan salah satu cara untuk aku berdakwah.

And lagi satu..saya rasa berdebau dan berderau gak darah nak pi dpli ni (macam budak-budak). Tapi daku harus jua melaluinya kerana ia syarat untuk mendapatkan pengalaman yang bernilai dalam hidup ini..........Sekian sahaja untuk tajuk ini. Wassalam..

Sayu, tersentuh, insaf..

Hari ini saya mula melayan kembali video-video azhan Atan ketika di akademi nasyid. Dalam banyak-banyak lagu, lagu sesungguhnya lah yang saya kerap mainkan.. aduhai, hari ini dah beberapa kali saya mengulang-ngulang lagu tu. Saya tak taula nak kata lagu mana lagi. Memang best giler ah.. bila dengaq lagu sesungguhnya tuu..aku sedari..aku semakin lalai dengan Allah..

Sambil menghayati lagu itu, saya terus memikirkan aura akhi azhan atan yang banyak membuatkan mata-mata menangis mengingatkan Allah. Ini semua adalah hidayah daripada Allah. Dikatakan juga suaranya boleh meremangkan bulu roma. Subhanallah..

Saya terus berfikir lagi, setelah saya mengkaji tentang beliau saya merasakan, rasa sahaja hanya Allah yang Maha Mengetahui. Saya rasa mungkin sebab keikhlasan dia. Ramai juga yang menyebut seperti ternampak pancaran keikhlasan daripada Akhi Azhan ini. Lalu saya terus bermenung, sudah lama saya tidak mempunyai perasaan sebegini terhadap tazkirah dan nasyid. Rasa-rasalah jugak tapi tak sekuat ini. Mungkinkah kita sudah ketandusan keikhlasan dalam diri kita?.. Saya rasa kita semua(untuk diri saya terutamanya) perlulah menggilap kembali keikhlasan diri kita dengan sebenar-benarnya kerana keikhlasan itu benar-benar membawa ketenangan, keinsafan yang mendalam dalam diri.

Akhir kalam saya lampirkan video sesungguhnya nyanyian beliau. Silalah hayati lagu ini. Assalamualaikum



LinkWithin

Related Posts with Thumbnails